"Dan hari ini kami memang langsung turun, kepada mereka tidak kepada distributor tapi langsung ke mereka yang memang kita harapkan bisa menekan terkait dengan harga-harga tersebut," jelasnya.
Selain itu, pelaksanaan pasar murah di beberapa kebutuhan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan gula, itu juga membuktikan bahwa stok keteedsi komoditinya ada. Hal ini diharapkan mampu mengantisipasi kepanikan pembelian di tengah masyarakat, serta mampu menurunkan harga-harga yang naik.
"Masyarakat jangan terlalu panik, kita siap, stok semuanya ada. Kita tinggal menekan harga mudah-mudahan menjelang sampai Ramadan besok tidak ada harga yang sangat naik tinggi sekali," tuturnya.
Di sisi lain Kepala Bulog Cabang Malang Siane Dwi Agustina mengatakan, pasar murah yang diadakan Pemkot Malang ini merupakan kolaborasi kerjasama antara TPID di Kota Malang. Dimana ketika ada gejolak harga-harga bahan pangan di pasaran, maka intervensi pasar bisa dilakukan oleh pemerintah.
"Instruksi presiden kita bekerjasama, operasi pasar, itu cara yang bisa menekan harga," kata Siane Dwi Agustina.
Sebagai informasi, pasar murah di Lapangan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, diperuntukkan untuk ratusan warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, yang membutuhkan. Pada pasar murah tersebut, warga bisa membeli paket sembako murah berupa beras kemasan lima kilogram, gula, bawang putih, bawang merah seberat satu kilogram, serta minyak goreng satu liter, dengan harga Rp 100 ribu.
Tampak antusiasme warga terlihat. Bahkan mereka rela antri sejak Selasa pagi jam 07.00 WIB, sekitar 1,5 jam sebelum pasar murah dibuka oleh Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Nantinya pasar murah ini akan diadakan di empat kecamatan lainnya di Kota Malang secara bergiliran. Rencananya sisa kecamatan yang belum terakomodasi pasar murah, akan dilaksanakan pada 21 - 23 Februari, serta 26 Februari 2024 mendatang.
(Taufik Fajar)