Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penertiban Parkir Liar Disebut Tak Selesaikan Masalah, Mengapa Sulit Diberantas?

Saskia Adelina Ananda , Jurnalis-Minggu, 19 Mei 2024 |10:00 WIB
Penertiban Parkir Liar Disebut Tak Selesaikan Masalah, Mengapa Sulit Diberantas?
Parkir Gratis di Minimarket (Foto: MPI)
A
A
A

Itu dilakukan usai banyaknya keluhan warganet di media sosial soal keberadaan juru parkir alias jukir liar yang memaksa memungut biaya ke konsumen di sejumlah minimarket.

Dalam sebuah video yang viral di X misalnya jukir liar sampai bertindak nekat seperti menarik motor konsumen yang hendak pergi karena menolak membayar.

Si konsumen disebut ogah bayar lantaran di minimarket tersebut terdapat plang bertuliskan: parkir gratis.

Akibatnya terjadi keributan antara jukir liar, konsumen, dan pegawai minimarket tersebut.

Baru-baru ini juga ada kasus jukir liar yang mematok biaya parkir ke pengunjung Masjid Istiqlal sebesar Rp150.000. Video ini viral di media sosial dan berujung penangkapan terhadap para jukir liar tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan pihaknya telah menindak 127 jukir liar sejak 15-16 Mei lalu.

Penindakan itu dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari personel Dishub DKI Jakarta, Satpol PP dan TNI/Polri.

Dia menjelaskan pada 15 Mei, tim menjaring sebanyak 55 jukir liar di berbagai titik pusat perbelanjaan dan minimarket di wilayah Jakarta. Kemudian pada 16 Mei, terjaring setidaknya 72 jukir liar di 66 lokasi.

"Penindakan yang dilakukan adalah pembinaan secara persuasif, humanis, dan diberikan surat pernyataan," kata Syafrin Liputo dalam keterangan tertulis, Jumat (17/05).

Seorang juru parkir liar di kawasan Jakarta Pusat, Junaedi -bukan nama sebenarnya- mengaku agak was-was dengan razia yang kini digencarkan Dishub DKI Jakarta. Pasalnya dia cuma bisa parah kalau sampai terjaring operasi tersebut.

Pria yang menjadi jukir liar di sebuah rumah makan ini bercerita sudah menjalani pekerjaannya sejak akhir 2016.

"Awalnya saya kerja di bengkel, terus di daerah saya ada kekurangan orang untuk jaga parkir. Jadilah saya gantiin teman yang sakit, eh sampai sekarang," ujarnya dikutip BBC News Indonesia, Minggu (19/5/2024).

Tempat parkir yang dijaga Junaedi cukup besar. Lokasinya berada di seberang rumah makan dan bisa menampung sampai 20 mobil.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement