Dia mengaku tidak memasang tarif kepada pengunjung.
Ada kalanya pengunjung yang mengendarai mobil memberikan Rp5.000 atau Rp10.000 sedangkan untuk sepeda motor digratiskan.
Uang yang didapat dari hasil memarkir itu sepenuhnya dikantongi Junaedi. Tak ada setoran kepada pemilik tempat yang juga si empunya rumah makan tersebut. Termasuk ke ormas tertentu.
"Hitungannya kalau saya masuk kerja, dapat duit. Kalau enggak, ya enggak dapat duit. Makan dan minum saya bawa atau beli sendiri."
"Saya juga enggak pernah pasang tarif. Seikhlasnya aja. Tapi saya kerja bener, kalau masuk saya parkirin, kalau mau keluar saya arahin. Enggak pernah ada keluhan atau hilang barang pengunjung,” katanya.
Junaedi kerja jadi jukir liar dari Selasa sampai Minggu. Mulai dari jam 12:00-18:00 WIB.
Dalam sehari dia bisa mengantongi antara Rp100.000-Rp150.000.
Kalau diakumulasikan maka sebulan uang yang didapat berkisar Rp3,7 juta. Baginya angka segitu terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di Jakarta.
"Bersyukur aja masih bisa kerja daripada menganggur?" ucapnya sambil tertawa.
Sepanjang menjadi jukir liar, Junaedi berkata ada kalanya Dishub DKI Jakarta melakukan razia jika ada laporan dari warga yang mengeluh soal kemacetan di wilayah kerjanya.
Dan setiap kali didatangi petugas, dia mengaku tak pernah kabur.
Kepada petugas Dishub, pria bertubuh gempal ini bakal menjelaskan bahwa kemacetan tersebut bukan gara-gara tempat parkirnya semata. Namun ada ulah pengendara yang berputar arah seenaknya.
Selain itu dia juga merasa profesinya sebagai jukir liar adalah pekerjaan halal.
"Kan saya kerja halal, saya enggak nodong, nyopet, atau ngerugiin orang. Makanya kalau disamperin, saya ladenin," katanya.
"Kalau ditanya kenapa macet begini, saya pasti bilang kalau jam makan siang wajarlah macet, apalagi warung di pinggir jalan."
"Mereka juga ngerti kok."
Sepanjang berhadapan dengan petugas Dishub, Junaedi tak pernah ditangkap atau dilarang menjadi jukir liar. Sebagai gantinya jika mereka ingin dibelikan sesuatu maka akan dipenuhi.
"Misalnya dia mau rokok, ya saya mesti beliin. Ya namanya parkir liar, enggak ada izin."
Mengenai setoran ke pihak tertentu, dia bilang praktik semacam itu terjadi di tempat parkir yang jukir liarnya bukan orang setempat alias orang suruhan.
Atau lokasi parkir liar tersebut milik orang tertentu.
"Setahu saya setoran biasanya ke ormas yang pegang wilayah."
Mengapa parkir liar sulit diberantas?
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, mengatakan operasi penertiban seperti penangkapan jukir liar yang dilakukan Dishub DKI Jakarta dan beberapa wilayah lain beberapa hari belakangan ini sebetulnya tidak efektif sama sekali untuk membenahi persoalan parkir liar yang telah bertahun-tahun dibiarkan tumbuh subur.
Ia menyebut akar masalah dari parkir liar adalah tidak tersedianya tempat parkir yang memadai dan lemahnya penegakan hukum.
Merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor 5 tahun 2012 tentang Perparkiran, disebutkan bahwa setiap bangunan umum dan/atau yang diperuntukan untuk kegiatan dan/atau usaha wajib dilengkapi fasilitas parkir sesuai kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP).
Namun apabila penyedia fasilitas parkir tidak memungkinkan menyediakan sendiri, maka dapat diupayakan secara kolektif atau bersama-sama dengan bangunan lain yang berdekatan.
Penyediaan fasilitas parkir itu pun harus memenuhi persyaratan seperti Rencana Tata Ruang WIlayah (RTRW), keselamatan dan kelancaran lalu lintas, keamanan dan keselamatan pengguna parkir, kelestarian lingkungan, kemudahan bagi pengguna jasa parkir, aksesibilitas penyandang disabilitas, serta memenuhi SRP minimal.
Akan tetapi, kata Nirwono Yoga, peraturan tersebut kerap tak dipatuhi oleh badan usaha atau pemerintah daerah.
"Jadi setiap badan usaha dan pemerintah daerah itu harus menyediakan tempat parkir, itu harus. Karena mereka mengundang orang datang ke situ," ujar Nirwono Yoga.
"Sayangnya kewajiban itu tidak dipenuhi, bahkan gedung pemda bisa dilihat parkir mobil tumpah di jalanan jadi parkir liar semua," tuturnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.