Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos BEI Bicara Sentimen Kabinet Baru hingga IKN ke Bursa

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 29 Juli 2024 |21:53 WIB
Bos BEI Bicara Sentimen Kabinet Baru hingga IKN ke Bursa
Dirut Bei Iman Bicara soal Sentimen Jelang Kabinet Baru (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan bahwa ada beberapa peluang terkait ketahanan ekonomi domestik yang berpengaruh ke pergerakan investor.

Menurutnya, hal tersebut terlihat pada data BEI yang menunjukkan Indonesia menjadi bursa dengan pencatatan saham alias IPO terbanyak di Asia Tenggara dengan 934 perusahaan tercatat hingga 19 Juli 2024.

"Yang kedua tentu saja pemilu, pilkada yang sedang ada dan tentu saja terkait dengan pemilu adalah wait and see dari investor asing terkait dengan pembentukan kabinet yang baru di bulan Oktober," kata Iman dalam Midyear Challenge 2024 di Raffles Hotel Jakarta, Senin (29/7/2024).

Iman Dia menilai peluang juga datang dari beberapa investasi pemerintah seperti Ibu Kota Negara (IKN), pertumbuhan jumlah investor, dan faktor-faktor lain seperti penerapan UUP2SK dan pengembangan produk investasi yang lebih beragam.

"Lalu beberapa peluang dari investasi pemerintah termasuk IKN, pertumbuhan daripada jumlah investor yang ada sekarang, serta faktor-faktor lainnya seperti penerapan P2SK terkait dengan misalnya keuangan derivatif," katanya.

Di sisi lain, tantangan yang akan dihadapi pasar modal Indonesia menurut Iman adalah seperti adanya risiko investasi. Iman melihat saat ini dampak inflasi lebih berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) daripada dampak kenaikan suku bunga.

"Jadi kalau di bursa kita bisa lihat dampak inflasi lebih signifikan daripada dampak kenaikan sumber dana. Jadi indeks itu lebih takut pada inflasi daripada kenaikan sumber dana," ungkap Iman.

Tantangan lain adalah terkait kebijakan moneter yang ketat, risiko perlambatan ekonomi global, peningkatan yield dari SRBI yang menjadi kompetitor pasar modal, dan juga ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina dan Timur Tengah.

Untuk menghadapi hal ini, lanjut Iman, Bursa fokus melakukan tiga hal. Ketiga hal tersebut adalah investor protection, market deepening, dan regional synergy serta connectivity.

Iman juga menuturkan dengan kondisi yang ada, Bursa melakukan beberapa hal hingga pertengahan 2024. Langkah yang dilakukan tersebut seperti implementasi papan pemantauan khusus full call auction (FCA), peluncuran indeks, dan merilis produk baru seperti single stock futures (SSF), securities lending dan borrowing EBUS DJPPR, dan intraday short selling.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement