Dia menilai masih lebarnya kesenjangan finansial bakal menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi delapan persen.
“Nah di situlah kemudian ada ruang bagi fintech lending untuk masuk, yang harus didorong untuk dapat kita mendukung pertumbuhan delapan persen itu adalah kontribusi dari sektor UMKM, di mana UMKM itu berkontribusi hampir lebih dari 60 persen terhadap PDB Indonesia,” ujarnya.
Untuk merealisasikan sasaran tersebut, AdaKami menekankan pada tiga pilar strategi utama, yakni melalui kolaborasi, teknologi, dan edukasi.
Dalam pilar kolaborasi, hingga saat ini AdaKami telah menjalin kerja sama dengan sembilan bank guna memperluas akses pembiayaan. Strategi kedua, AdaKami memperluas pembiayaan yang berkualitas melalui inovasi teknologi. Ketiga teknologi yang digunakan perusahaan yakni big data, kecerdasan artifisial (AI), dan machine learning.
Kemudian, guna mengimbangi inovasi teknologi agar lebih aman bagi nasabah, strategi ketiga AdaKami yakni lewat edukasi.
“Tapi teknologi kan seperti orang sering bilang seperti pisau bermata dua. Ada celah-celah, bagaimana masyarakat ini juga bisa diajak untuk memanfaatkan keunggulan teknologi ini secara sesuai? Supaya tidak menjadi korban penipuan dan lain-lain,” jelas Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.