Dengan demikian, BI menyampaikan bahwa payung dari Payment ID ini masih uji coba, untuk kemudian memastikan penerapannya, semua yang ada di Undang-Undang harus dilaksanakan.
"Bank Indonesia kurang kerjaan, tracking siapa beli sepatu, siapa yang nongkrong di kafe. Masa iya kita begitu? Jadi tidak akan itu dilakukan oleh Bank Indonesia. Kita ingin tahu pertumbuhan, misalnya industri sepatu, kita ingin tahu pertumbuhan yang namanya hotel, restoran, kafe, horeka. Kita ingin tahu tapi tidak akan pernah lihat data individu. Tidak pernah itu," tegasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.