Saat ini PLN EPI juga telah membangun mini regas LNG di Tarakan dan sedang membangun jaringan regasifikasi LNG di Nias, Sulawesi Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua Utara dengan skema milk and run atau hub and spoke.
"Sistem ini akan menciptakan virtual pipeline gas nasional yang membuka peluang bagi smelter, petrokimia, dan kawasan industri di luar Jawa serta sektor komersial,” jelasnya.
Selain gas, PLN EPI juga memperkuat ekosistem bioenergi melalui pengembangan aplikasi digital biomass marketplace yang menghubungkan pemasok, agregator, pemilik fasilitas produksi dan pembangkit listrik. Potensi bioenergi nasional mencapai 80-130 juta ton per tahun.
“Kebutuhan bioenergi PLN Group sekitar 10 juta ton. Platform digital ini didesain untuk mempermudah keterlibatan pemasok bioenergi termasuk kelompok tani lokal dan usaha kecil untuk meningkatkan efisiensi logistik, dan memastikan kualitas pasokan,” imbuhnya.
Rakhmad menambahkan bahwa percepatan efisiensi logistik energi perlu terus ditingkatkan. "Semakin cepat kita mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan standar logistik modern, semakin besar dampaknya bagi keandalan sistem pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)