JAKARTA - Efisiensi logistik energi akan menjadi kunci dalam menjaga keandalan pasokan melalui pembangunan infrastruktur midstream gas/gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) maupun bioenergi/biomassa.
Saat ini PLN EPI memperkuat efisiensi rantai pasok energi nasional melalui integrasi logistik batu bara, gas, dan bioenergi untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik nasional yang diperkirakan mencapai 5,3 persen per tahun sampai dengan 2034.
Langkah strategis ini menjadi fondasi penting dalam memastikan pasokan energi primer yang semakin andal dan efisien sekaligus mempercepat transisi energi.
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan listrik didorong oleh pesatnya pertumbuhan pusat data, hilirisasi, kendaraan listrik, serta elektrifikasi rumah tangga.
“Dengan pertumbuhan sebesar 5.3 persen per tahun, kebutuhan energi terus meningkat. Tahun ini kami mengelola hampir 100 juta ton batu bara, sekitar 1,4 miliar kaki kubik gas per hari termasuk 90 kargo LNG, serta 4 juta kiloliter BBM dan 2.6 juta ton biomassa,” ujar Rakhmad di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Saat ini PLN EPI juga telah membangun mini regas LNG di Tarakan dan sedang membangun jaringan regasifikasi LNG di Nias, Sulawesi Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua Utara dengan skema milk and run atau hub and spoke.
"Sistem ini akan menciptakan virtual pipeline gas nasional yang membuka peluang bagi smelter, petrokimia, dan kawasan industri di luar Jawa serta sektor komersial,” jelasnya.
Selain gas, PLN EPI juga memperkuat ekosistem bioenergi melalui pengembangan aplikasi digital biomass marketplace yang menghubungkan pemasok, agregator, pemilik fasilitas produksi dan pembangkit listrik. Potensi bioenergi nasional mencapai 80-130 juta ton per tahun.
“Kebutuhan bioenergi PLN Group sekitar 10 juta ton. Platform digital ini didesain untuk mempermudah keterlibatan pemasok bioenergi termasuk kelompok tani lokal dan usaha kecil untuk meningkatkan efisiensi logistik, dan memastikan kualitas pasokan,” imbuhnya.
Rakhmad menambahkan bahwa percepatan efisiensi logistik energi perlu terus ditingkatkan. "Semakin cepat kita mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan standar logistik modern, semakin besar dampaknya bagi keandalan sistem pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)