Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menuturkan bahwa proyek kampung haji ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri sekaligus Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
Otoritas Saudi disebut telah menawarkan sejumlah plot lahan di Mekkah dengan tingkat kedekatan berbeda-beda dari Masjidil Haram, mulai dari yang berada sangat dekat hingga berjarak beberapa kilometer.
"Ada yang benar-benar dekat, bahkan menempel. Pilihannya beragam, ada yang 1 kilometer, ada yang 2 kilometer, ada yang nempel. Ini akan kami tindak lanjuti karena setelah pertemuan Presiden dan MBS, aturan kepemilikan properti oleh pihak asing di Mekkah direvisi," kata Rosan.
Dia menyebut proses akuisisi menunggu finalisasi revisi undang-undang terkait di Arab Saudi. Setelah regulasi baru secara resmi berlaku, proses pembelian lahan dapat segera bergerak. Lahan yang ditawarkan juga bervariasi dari segi luas, harga, dan kondisi geografis.
"Kisarannya itu juga berbeda-beda. Ini kan luasnya ada yang dari 25 hektare sampai di atas 80 hektare juga ada. Tapi kita lihat ya. Tentunya kalau makin besar mungkin jaraknya tidak sedekat yang misalnya hanya 16 hektar gitu ya. Jadi kalau ada yang mengatakan oh mana ada tanah sebesar itu di Masjidil Haram," pungkas Rosan.
(Dani Jumadil Akhir)