Indikator Stochastic RSI juga bergerak menurun. IHSG ditutup di bawah rata-rata bergerak lima hari (MA5), namun tetap berada di atas MA20. Kendati terdapat potensi koreksi, tetapi dalam jangka menengah indeks masih punya ruang untuk menguat.
"Namun secara jangka menengah dan jangka panjang, IHSG masih di area bullish," jelasnya.
Level resistance IHSG berada di 8.600, pivot di 8.500, dan support di 8.450. Saham-saham yang dapat dicermati pekan depan antara lain PWON, INKP, PGAS, NCKL, PSAB, dan ERAA.
Pada perdagangan Jumat (28/11), IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.508,71. Tekanan koreksi terjadi setelah pasar mencatat rekor tertinggi baru pada pekan yang sama.
Sektor teknologi membukukan penurunan terdalam, sementara sektor energi menjadi penopang penguatan.