Usai meninjau Pelabuhan Belawan, Menhub Dudy menuju Stasiun Medan menggunakan kereta inspeksi.
Menhub sempat mengecek perbaikan jalur kereta api lintas Medan-Binjai yang mengalami ambles pasca banjir beberapa waktu lalu.
“Perbaikan jalur kereta terus dilakukan secara bertahap, dengan tetap memerhatikan keselamatan para pekerja dan kondisi cuaca. Saya berharap proses perbaikan di semua titik terdampak dapat berjalan dengan lancar, sehingga perjalanan kereta api dapat kembali normal seperti sedia kala,” jelasnya.
Kemudian lanjut ia melanjutkan kunjungan ke Bandara Malikus Saleh dan Pelabuhan Krueng Geukueh di Lhokseumawe, Aceh.
“Sejumlah bandara di wilayah Sumatra Utara dan Aceh dalam kondisi aman dan beroperasi secara normal. Namun demikian, akses menuju beberapa bandara, seperti Bandara FL Tobing dan Bandara Rembele terhambat akibat banjir dan juga longsor,” terangnya.
Menhub Dudy menjelaskan bahwa kantor-kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang terdampak bencana tetap beroperasi demi menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam hal ini, operasional kantor di sejumlah satuan kerja dilakukan secara Work From Anywhere (WFA) dengan memanfaatkan sistem pelayanan dan pelaporan daring.
Adapun kantor-kantor Satuan Pelayanan di sejumlah daerah difokuskan pada pemantauan dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan untuk memastikan pergerakan kendaraan evakuasi, bantuan logistik, dan angkutan vital tetap berjalan lancar.
”Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seribu lebih pegawai Kementerian Perhubungan yang tetap melaksanakan tugas meskipun terdampak bencana. Saya berharap semoga wilayah terdampak bencana dapat segera pulih, dan kepada pegawai yang massih bertugas, tetap berhati-hati dan jaga kesehatan,” pungkas Menhub.
(Taufik Fajar)