“DMO (Domestic Market Obligation) alhamdulillah semua tercapai. Dari total perdagangan batu bara global sekitar 1,3 miliar ton, Indonesia menyuplai 514 juta ton atau setara 43%. Akibatnya, suplai melebihi permintaan sehingga harga batu bara turun,” jelasnya.
Bahlil menegaskan bahwa prinsip yang sama juga diterapkan pada nikel, di mana produksinya akan disesuaikan dengan kebutuhan industri.
“Kita ingin pemerataan. Industri besar harus membeli ore nikel dari pengusaha tambang, jangan sampai ada monopoli. Kami ingin investor besar dihargai, tapi tetap bisa berkolaborasi dengan pengusaha lokal yang memiliki IUP. Itu esensi dari hilirisasi yang kita lakukan,” ujarnya.