Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengapresiasi langkah BRI dalam menerbitkan SBK sebagai wujud konkret peran perbankan dalam mendorong pendalaman pasar uang. Menurutnya, BRI berperan sebagai pionir dalam penerbitan surat berharga komersial, yang merupakan instrumen jangka pendek strategis untuk meningkatkan likuiditas pasar.
“OJK memandang peluncuran SBK BRI sebagai langkah strategis dalam memperkaya instrumen pasar uang nasional, meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan di sektor perbankan, serta memperkuat peran instrumen pasar sebagai mekanisme disiplin pasar,” paparnya.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti turut menyatakan bahwa saat ini pendalaman pasar uang berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian global. Kehadiran alternatif instrumen jangka pendek seperti SBK BRI tidak hanya memperkuat struktur pendanaan perbankan, tetapi juga memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor.
“Bank Indonesia mengapresiasi peran BRI yang selama ini konsisten mendukung pengembangan pasar keuangan nasional. Upaya bersama dalam memperdalam pasar keuangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujar Destry.
Tercatat sejak tahun 2016 hingga 2025, BRI secara reguler telah melakukan penerbitan surat utang Rupiah dengan rating tertinggi dari Pefindo. Peringkat tertinggi dari Pefindo tersebut mencerminkan profil permodalan yang sangat kuat, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan BRI dalam memenuhi komitmen keuangan.
Peluncuran SBK BRI yang digelar di BRILiaN Club pada Senin (12/1/2026) dihadiri oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu dan DirekturTreasury & International Banking BRI Farida Thamrin.
Sejumlah mitra strategis juga turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT BNP Paribas Asset Management, dan PT Syailendra Capital.
(Dani Jumadil Akhir)