Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Melemah Dekati Rp16.900 per USD, BI Ungkap Penyebabnya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |09:48 WIB
Rupiah Melemah Dekati Rp16.900 per USD, BI Ungkap Penyebabnya
Rupiah Melemah Dekati Rp16.900 per USD, BI Ungkap Penyebabnya (Foto: Okezone)
A
A
A

BI meyakini kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih sangat positif. Hal ini dibuktikan dengan masuknya aliran modal asing (neto) ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham yang mencapai Rp11,11 triliun pada Januari 2026. Selain itu, premi risiko (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tetap bertahan di level rendah, yakni sekitar 72 bps.

Guna meredam volatilitas, Bank Indonesia menjalankan strategi intervensi yang komprehensif, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar internasional.

"Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia yang terus dilakukan secara berkesinambungan melalui intervensi NDF di pasar off-shore di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder," tegas Erwin.

Ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi guncangan global didukung oleh posisi cadangan devisa yang sangat memadai. Per akhir Desember 2025, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD156,5 miliar, atau setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk tetap mengoptimalkan instrumen moneter yang bersifat pro-market guna menjaga likuiditas dan memastikan pergerakan nilai tukar tetap sesuai dengan nilai fundamentalnya.

"Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat," pungkasnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement