Di sisi lain, Purbaya tidak menampik adanya unsur spekulasi di pasar valuta asing yang membebani Rupiah saat ini. Rupiah ditutup melemah ke level Rp16.955 per dolar AS
Salah satu pemicunya adalah kekhawatiran pasar terhadap isu independensi Bank Indonesia menyusul rencana kepindahan Thomas Djiwandono ke bank sentral.
Namun, Purbaya optimistis pasar akan segera menyadari bahwa kekhawatiran tersebut tidak berdasar.
"Jadi ini mungkin sebagian spekulasi. Ketika Thomas akan ke sana (jabatan Deputi Gubernur BI), wah, orang spekulasi dia independensinya hilang. Saya pikir nggak akan begitu. Nanti kalau begitu insaf juga langsung menguat lagi Rupiah," tegasnya.
Purbaya meyakini fundamental ekonomi Indonesia tetap solid untuk menopang nilai tukar dalam jangka panjang. Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi guna mengakselerasi pertumbuhan nasional.
"Karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan. Pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat," pungkas Purbaya.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima Surat Presiden (Surpres) pada hari ini, yang kemudian ditindaklanjuti dalam pembahasan di Badan Musyawarah (Bamus) DPR.
“Besok, Komisi XI akan mengadakan rapat internal untuk menetapkan jadwal uji kelayakan bagi calon-calon Deputi Gubernur BI,” ujar Misbakhun.
Sebagai langkah prosedural berikutnya, Komisi XI akan segera menyusun agenda untuk menguji kompetensi dan visi-misi dari ketiga kandidat tersebut melalui proses seleksi yang ketat.
Penetapan jadwal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) ini menjadi krusial mengingat profil ketiga kandidat yang memiliki latar belakang yang sangat solid.
Thomas Djiwandono membawa pengalaman dari sisi kebijakan fiskal setelah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak pertengahan 2024 dan kembali dipercaya dalam Kabinet Merah Putih.
Sementara itu, Solikin Juhro merupakan pakar kebijakan moneter yang telah mengabdi di BI sejak 1994 dengan pengalaman strategis di berbagai departemen ekonomi.
Di sisi lain, Dicky Kartikoyono yang memulai karier pada 1995 juga memiliki rekam jejak internasional yang mumpuni, termasuk pengalaman memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London.