Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI: Diusulkan Prabowo, Didukung Purbaya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2026 |05:40 WIB
Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI: Diusulkan Prabowo, Didukung Purbaya
Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI: Diusulkan Prabowo, Didukung Purbaya (Foto: Kemenkeu)
A
A
A

Purbaya Jawab Independensi BI

Purbaya menepis kekhawatiran bahwa masuknya unsur pemerintah ke bank sentral akan menggerus independensi BI.

Menurutnya, pertukaran ini adalah hal yang seimbang dan tidak ada hubungannya dengan intervensi kebijakan. Selama pengambilan keputusan tetap dipisahkan antara fiskal dan moneter, maka independensi lembaga akan tetap aman.

"Nggak ada yang aneh, kalau independensi nggak ada hubungannya. Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada, jadi BI independen kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter, kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kebijakannya walaupun sama-sama independen. Tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," tegas Purbaya.

Purbaya juga menekankan bahwa begitu seseorang masuk menjadi pejabat BI, secara otomatis mereka harus bersikap independen sesuai undang-undang yang berlaku.

Purbaya menegaskan, meski terjadi rotasi pejabat antarlembaga, mekanisme pengambilan kebijakan moneter di bank sentral akan tetap berjalan secara otonom tanpa intervensi pemerintah.

“(Saya khawatir) jika Pak Juda Agung masuk ke posisi saya, mungkin orang dari Pak Perry (Gubernur BI) akan berusaha menekan saya di dalam. Tetapi, pertukaran ini seimbang, dan tidak ada yang aneh. Independensi BI tidak terganggu oleh hal ini,” jelas Purbaya.

Meski belum mengonfirmasi secara detail mengenai posisi pasti Juda Agung di Kemenkeu, Purbaya mengakui adanya rencana pertemuan dalam waktu dekat untuk membahas langkah tersebut lebih lanjut. "(Juda Agung gantikan Thomas) kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Saya akan bertemu dengan Bapak Juda Agung mungkin besok kali," tegasnya.

Purbaya menambahkan bahwa selama ini koordinasi antara fiskal dan moneter telah terjalin dengan sangat baik di bawah payung Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).  Menurutnya, independensi kedua lembaga justru menjadi modal untuk menciptakan kebijakan yang saling menguatkan bagi ekonomi nasional.

“Kami di KSSK, meskipun masing-masing independen, tetap memastikan kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat,” ungkapnya.

Purbaya menjelaskan bahwa indikator hilangnya independensi bank sentral baru terjadi apabila pemerintah secara aktif melakukan campur tangan dalam rapat pengambilan keputusan suku bunga. 

Dia menegaskan pemerintah selalu menghormati batasan tersebut sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku.

“Kalau itu dilakukan, barulah tampak bahwa BI tidak independen. Tapi, ini bukanlah kasusnya,” tandas Purbaya.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement