Optimisme tersebut didukung oleh angka inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2 persen serta defisit anggaran pemerintah yang berhasil ditekan di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, pengakuan lembaga internasional terhadap Indonesia bukanlah berdasarkan optimisme kosong, melainkan berdasarkan bukti nyata dan kebijakan yang terukur (well-calibrated).
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menjamin kredibilitas Indonesia dalam kancah keuangan internasional. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam memenuhi kewajiban finansialnya.
“Dalam sejarah kami, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak satu kali pun. Rezim yang baru selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden demi presiden akan selalu menghormati kewajiban utang dari pemerintahan sebelumnya,” jelasnya, menekankan keberlanjutan pemerintahan di Indonesia.
Presiden Prabowo juga memperkenalkan Danantara Indonesia, sebuah Sovereign Wealth Fund (SWF) atau dana kekayaan kedaulatan yang baru didirikan pada Februari tahun lalu. Danantara, yang berarti “energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia”, kini memiliki aset kelolaan mencapai satu triliun dolar AS.
“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya sekadar negeri yang damai dan stabil. Indonesia kini semakin menjadi negeri yang penuh peluang,” pungkas Prabowo.
(Dani Jumadil Akhir)