Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke Level 8.894

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 23 Januari 2026 |09:34 WIB
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke Level 8.894
IHSG Dibuka Menguat (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,08 persen ke level 8.894 pada hari ini, Jumat (23/1/2026)

Hingga pukul 09.16 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 8.923,44, turun 68,74 poin atau 0,76% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.992,18. Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 9.039,67 dan terendah di 8.868,40.

Aktivitas transaksi terpantau cukup aktif dengan volume perdagangan mencapai 11,55 miliar saham, nilai transaksi sekitar Rp6,04 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 642 ribu kali. Tekanan di pasar terlihat dominan, tercermin dari 474 saham melemah, sementara hanya 130 saham menguat dan 354 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp16.217 triliun.

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga dan masuk dalam daftar top gainers. Saham LPCK (Lippo Cikarang Tbk) memimpin penguatan setelah melonjak 24,54% ke level 1.015. Disusul SULI (SLJ Global Tbk) yang naik 21,43% ke 170, kemudian XPDV menguat 20,49% ke 988, XPLQ naik 19,49% ke 705, serta JAST (Jasnita Telekomindo Tbk) yang menguat 17,82% ke level 119.

Sebaliknya, tekanan jual juga terjadi pada sejumlah saham yang masuk daftar top losers. Saham XIPB turun 15,00% ke level 170, diikuti UANG (Pakuan Tbk) yang juga melemah 15,00% ke 6.375. Selanjutnya KIOS (Kioson Komersial Indonesia Tbk) turun 14,95% ke 165, PUDP (Pudjiadi Prestige Tbk) melemah 14,60% ke 585, serta HOPE (Harapan Duta Pertiwi Tbk) yang terkoreksi 12,77% ke level 328.

Dari sisi pelaku pasar, investor domestik masih mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sekitar Rp1,33 triliun, dengan nilai beli mencapai Rp25,86 triliun dan nilai jual Rp24,54 triliun. Sebaliknya, investor asing membukukan net sell sekitar Rp1,33 triliun, setelah mencatatkan nilai jual Rp13,41 triliun dan nilai beli Rp12,08 triliun.

 

Tekanan jual pada perdagangan pagi ini tidak hanya tercermin pada pergerakan IHSG, tetapi juga terlihat jelas pada kinerja sektoral. Sejumlah sektor mencatatkan koreksi cukup dalam, bahkan lebih dari 1 persen, sehingga menjadi penekan utama laju indeks.

Sektor energi mencatatkan penurunan paling tajam secara persentase dengan koreksi 1,42 persen atau setara 67,42 poin. Pelemahan sektor ini menjadi sorotan karena sebelumnya kerap menjadi penopang pergerakan IHSG. Tekanan juga terjadi pada sektor konsumer non-primer (consumer cyclicals) yang turun 1,18 persen atau 17,14 poin, seiring melemahnya minat beli pada saham-saham berbasis konsumsi diskresioner.

Sektor keuangan turut mengalami tekanan signifikan dengan penurunan 1,15 persen atau 17,72 poin. Mengingat sektor keuangan memiliki bobot besar dalam struktur IHSG, pelemahan ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Selain itu, sektor transportasi dan logistik juga terkoreksi 1,04 persen atau 21,16 poin, menambah tekanan pada pasar.

Di luar sektor-sektor utama tersebut, sejumlah sektor lain juga bergerak di zona merah namun dengan penurunan yang relatif lebih terbatas. Sektor infrastruktur melemah 0,98 persen, diikuti sektor properti yang turun 0,68 persen. Sementara itu, sektor perindustrian terkoreksi 0,48 persen, sektor konsumer primer (consumer non-cyclicals) turun 0,45 persen, dan sektor teknologi melemah 0,37 persen.

Adapun sektor kesehatan menjadi sektor yang paling defensif pada perdagangan pagi ini. Sektor ini hanya mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,07 persen, menunjukkan relatif kuatnya minat investor terhadap saham-saham kesehatan di tengah tekanan pasar secara umum.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement