Pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran 3,50-3,75 persen dalam pemungutan suara 10-2, karena Gubernur Fed Stephen Miran dan Christopher Waller (salah satu calon pilihan Trump untuk menggantikan Jerome Powell) memilih untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dalam konferensi persnya Powell mengatakan bahwa mengenai kebijakan moneter The Fed tetap bergantung pada data dengan pendekatan pertemuan demi pertemuan. Mengenai pasar tenaga kerja, ia mengatakan bahwa pasar telah stabil, sementara inflasi tetap agak tinggi. Powell menambahkan bahwa angka PCE inti akan mendekati 3 persen dan memperkirakan harga akan mencapai puncaknya sekitar pertengahan tahun.
Dari sentimen domestik, Goldman Sachs Group Inc menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, memperingatkan bahwa kekhawatiran MSCI Inc terkait kelayakan investasi dapat memicu arus keluar lebih dari USD13 miliar jika peringkat pasar diturunkan menjadi status frontier.
Bank Wall Street tersebut memperkirakan bahwa, dalam skenario ekstrem di mana Indonesia diklasifikasikan ulang dari pasar negara berkembang, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI dapat menjual hingga USD7,8 miliar. Arus keluar lebih lanjut sebesar USD5,6 miliar juga dapat dipicu jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi dan status free-float-nya.
Dalam catatan terpisah, analis menekankan bahwa mengingat manajer dana aktif regional memiliki posisi overweight di pasar, beban dari kemungkinan penurunan status, ditambah dengan meningkatnya tekanan pasar dan potensi penurunan likuiditas, kemungkinan akan mendorong investor long-only menyesuaikan kembali portofolio mereka. Hal ini juga dapat memicu aliran spekulatif dari hedge fund.
“Saham Indonesia anjlok 7,4 persen pada Rabu setelah MSCI mengumumkan akan menunda perubahan indeks hingga regulator menangani kekhawatiran terkait kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi pada perusahaan terdaftar, dengan alasan masalah fundamental dalam hal kelayakan investasi. Intinya, kekhawatiran terkait rendahnya free float jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan telah muncul sebagai titik masalah bagi saham Indonesia,” kata Ibrahim.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.750 - Rp16.780 per dolar AS.
(Taufik Fajar)