Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CEO Danantara Buka Suara Perombakan Direksi Bank Himbara

Tangguh Yudha , Jurnalis-Minggu, 01 Februari 2026 |12:14 WIB
CEO Danantara Buka Suara Perombakan Direksi Bank Himbara
CEO Danantara Rosan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, buka suara soal perombakan jajaran direksi bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Rosan menegaskan, hingga saat ini tidak ada pembahasan maupun keputusan terkait pergantian direksi di Bank Himbara. 

Dia menyebut Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, belum pernah mendiskusikan isu tersebut.

"Kami di Danantara sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara sejauh ini tidak ada perbincangan mengenai hal itu," kata Rosan saat dijumpai di Wisma Danantara dikutip, Minggu (1/2/2026).

Meski demikian, Rosan menekankan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk melakukan evaluasi apabila dibutuhkan demi perbaikan kinerja. 

Namun, ia memastikan bahwa saat ini tidak ada agenda khusus yang mengarah pada perombakan direksi.

“Dan tentunya kami akan selalu berkonsultasi apabila memang perlu ada perbaikan, tetapi sejauh ini tidak ada perbincangan mengenai hal itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti jajaran direksi Himbara yang merugikan negara.

Prabowo, kata Sjafrie, menyoroti adanya praktik ketimpangan dalam penyaluran kredit, di mana ada bank pelat merah lebih memprioritaskan pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil.

 

"Bank Himbara itu lebih (mementingkan) ke pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara. Sudah ada tata kelola baru untuk menertibkan BUMN,” kata dia.

Lebih lanjut, Sjafrie mengatakan bahwa sebagai bagian dari pembersihan dan penyegaran di tubuh BUMN, pemerintah tidak lagi akan mengandalkan figur-figur lama yang telah lama menjabat. Fokus utama adalah mencari sosok yang memiliki integritas dan nasionalisme tinggi.

"Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi tapi dia cinta tanah air. Kita tidak lagi mengambil mereka yang sudah lama bercokol di BUMN,” kata dia.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement