JAKARTA – PLN menetapkan arah strategis 2026 dengan fokus pada peningkatan kinerja operasional sekaligus percepatan transisi energi berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan sistem ketenagalistrikan nasional dan menghadapi dinamika industri energi yang kian kompleks, melalui strategi yang menekankan efisiensi, inovasi, dan transformasi hijau.
Penetapan arah strategis ditandai dengan pengesahan target kinerja perusahaan Tahun 2026 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RUPS RKAP) Tahun 2026 Subholding/Anak Perusahaan PT PLN (Persero). Melalui agenda strategis ini, PLN memastikan seluruh sasaran operasional, finansial, dan transformasi hijau ditetapkan secara terukur, selaras dengan kebijakan pemegang saham, serta menjadi landasan kuat bagi perusahaan dalam mengeksekusi agenda transformasi dan penciptaan nilai berkelanjutan.
Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan kinerja PLN Indonesia Power dinilai konsisten menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus berperan aktif sebagai garda terdepan transformasi hijau di lingkungan PLN Group. Ia menegaskan bahwa dinamika dan tantangan industri energi ke depan harus dihadapi melalui sinergi, kolaborasi, serta eksekusi strategi yang solid di seluruh subholding.
“Tahun 2025 telah kita lalui dengan capaian yang positif. Ke depan, tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kinerja yang lebih baik. Di tengah berbagai tantangan dan perubahan yang semakin dinamis, saya meyakini seluruh insan PLN memiliki komitmen dan kesiapan untuk mengawal serta mewujudkan RKAP sebagai marwah perusahaan yang harus diperjuangkan bersama demi keberlanjutan bisnis dan ketahanan sistem kelistrikan nasional,” ujar Darmawan Prasodjo, Selasa (3/2/2026).
Dalam menghadapi tantangan bisnis 2026, PLN Indonesia Power melanjutkan transformasi korporasi dengan fokus pada operational excellence berbasis digital, cost leadership, percepatan transisi energi, pengembangan pembangkit, serta penguatan portofolio bisnis beyond kWh.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi fase krusial untuk mempercepat transisi energi melalui eksekusi strategi yang terukur dan berdampak nyata.
“Kami berkomitmen menjadikan tahun 2026 sebagai tahun akselerasi transisi energi. Melalui flagship strategy yang kami tetapkan, kami tidak hanya menjaga keandalan pembangkit, tetapi juga mempercepat pemanfaatan energi bersih, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan negara,” tegas Bernadus.
(Feby Novalius)