Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah BLT Kesra Februari 2026 Akan Cair Lagi?

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |20:01 WIB
 Apakah BLT Kesra Februari 2026 Akan Cair Lagi?
Apakah BLT Kesra Februari 2026 Akan Cair Lagi? (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Apakah BLT Kesra Februari 2026 akan cair lagi? BLT Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) Rp900.000 telah dicairkan pemerintah pada akhir 2025. 

Pemerintah telah mengumumkan apakah BLT Kesra 2026 cair lagi atau tidak. Sampai sejauh ini, pemerintah belum mencairkan BLT Kesra Rp900.000 di Februari 2026.

Penjelasan Mensos soal BLT Kesra Februari 2026

Penyaluran BLT dilanjutkan dengan catatan menyesuaikan pada kondisi anggaran pemerintah serta arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan, BLT Kesra merupakan inisiasi dari Presiden untuk menstimulus daya beli masyarakat akhir tahun lalu dan bersifat sementara yang dapat kembali diberikan apabila situasi memungkinkan.

“Bisa jadi itu (berlanjut), kita lihat situasi dan kondisi serta kebijakan dari Bapak Presiden,” kata dia saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Dia berpendapat bahwa dari sisi alokasi anggaran belanja bantuan sosial pemerintah yang mengalami peningkatan, sehingga menunjukkan angin segar bantuan berlanjut.

Namun, hingga saat ini belum ada arahan dari Presiden untuk kembali mencairkan BLT Kesra. Di sisi lain, pemerintah telah mencairkan bansos reguler tahap 1 serta menyiapkan paket stimulus.

Besaran BLT Kesra

Diketahui, hingga akhir Desember 2025, data penerima manfaat BLT Kesra yang telah terverifikasi mencapai lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM). 

Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 dilakukan secara bertahap melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.

Kementerian Sosial mengkonfirmasi telah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp110 triliun untuk bantuan sosial reguler, penebalan bantuan sosial pada Juni dan Juli, serta BLTS senilai Rp900 untuk triwulan terakhir (Oktober, November, Desember) 2025.

Dari jumlah alokasi tersebut dilaporkan Kementerian Sosial berhasil menjangkau sebanyak 33,2 juta KPM sesuai data yang terverifikasi.

Dia mengakui bahwa keakuratan data para keluarga penerima manfaat (KPM) juga akan menjadi faktor utama dalam menentukan keberlanjutan program BLT Kesra, selain kesiapan anggaran agar bantuan sosial tetap tepat sasaran dan efektif.

 

Bansos Reguler Tahap 1 Cair

Sementara itu,  Kementerian Sosial telah mencairkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2026 tahap 1 mulai Februari. Sebanyak 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bansos reguler tersebut di seluruh Indonesia.

"Bansos reguler tahap pertama ini rencananya mulai disalurkan Februari untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, termasuk di dalamnya PKH dan bantuan sembako," kata Menteri Sosial.

Mekanisme penyaluran bansos pada periode ini masih akan disalurkan melalui dua jalur, yakni perbankan milik pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.

Perubahan Daftar Penerima Manfaat

Kementerian Sosial menyatakan ada perubahan daftar penerima manfaat bantuan sosial reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan pangan non tunai namun kuota nasional tetap menyasar 18 juta lebih keluarga penerima manfaat (KPM).

"Sekarang sudah proses penyaluran. Nah, nanti pada bulan April dievaluasi. Ada perubahan daftar, karena dinamis dan terus diperbaharui. Ya. Alokasinya tetap sekitar 18 juta KPM. Jadi kalau ada yang keluar, berarti ada yang masuk sesuai alokasi yang ada,” kata Saifullah Yusuf.

Perubahan daftar penerima manfaat bansos itu terjadi karena dinamika yang sangat dinamis dimana setiap hari ada kelahiran maupun kematian begitu juga dalam sebuah periode akan ada masyarakat yang naik kelas atau secara ekonomi sudah lebih baik.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement