Spread merupakan selisih antara harga saat konsumen membeli emas dan saat menjualnya kembali. Selisih ini berfungsi sebagai biaya jasa yang dibebankan oleh penyedia layanan, mirip seperti komisi pada transaksi saham.
Besarnya spread bisa berbeda-beda, tergantung pada:
- Kebijakan masing-masing penyedia emas
- Biaya distribusi dan penyimpanan
- Tingkat likuiditas pasar
- Kondisi permintaan dan penawaran
Pasar yang likuid biasanya memiliki spread lebih kecil, karena banyak pembeli dan penjual aktif. Sebaliknya, pasar yang sepi transaksi cenderung memiliki spread lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa Anda memahami biaya yang dikenakan oleh penyedia layanan ketika membeli atau menjual emas.
Selain spread, harga emas juga dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik, antara lain:
Kondisi Ekonomi Global
Inflasi, suku bunga, dan nilai tukar mata uang sangat memengaruhi harga emas.
Situasi Politik dan Geopolitik
Ketegangan internasional, konflik, dan ketidakstabilan politik biasanya mendorong harga emas naik.
Permintaan dan Penawaran
Meningkatnya permintaan investor akan mendorong harga naik, begitu juga sebaliknya.
Kebijakan Pemerintah dan Bank Sentral
Kebijakan moneter, cadangan emas, serta regulasi juga turut berpengaruh.
Volatilitas Pasar
Ketika pasar keuangan bergejolak, emas sering menjadi aset safe haven.