Terkait siapa saja yang berhak menerima bantuan, Gus Ipul menekankan bahwa daftar penerima manfaat bersifat dinamis. Pemerintah kini berpijak pada data tunggal hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meminimalkan salah sasaran.
"Penerima manfaat itu sifatnya dinamis karena kita berpedoman kepada data tunggal yang dimutakhirkan secara berkelanjutan oleh BPS," kata Gus Ipul.
Konsekuensinya, status kepesertaan seseorang bisa berubah antar-kuartal tergantung pada kondisi kesejahteraan terbaru yang tercatat. Fokus utama bantuan akan menyasar kelompok desil terendah.
"Fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4," tegasnya.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui pembukaan rekening perbankan serta distribusi lewat PT Pos Indonesia. Masyarakat juga diajak aktif mengawal keakuratan data melalui jalur formal di tingkat RT/RW atau menggunakan kanal digital.
Pemerintah menyediakan beberapa platform bagi publik untuk melapor atau memutakhirkan data, di antaranya Call Center dan WhatsApp Center resmi Kemensos, serta Aplikasi Cek Bansos untuk verifikasi mandiri.
Setelah penyaluran kuartal pertama ini rampung, pemerintah dijadwalkan akan melanjutkan program tahap kedua pada periode April hingga Juni mendatang.
(Dani Jumadil Akhir)