Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Prabowo Marah Saat IHSG Anjlok, Tegaskan Jaga Kehormatan Negara

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 15 Februari 2026 |07:05 WIB
5 Fakta Prabowo Marah Saat IHSG Anjlok, Tegaskan Jaga Kehormatan Negara
Presiden Prabowo Subianto diketahui marah besar saat mengetahui Indeks Harga Saham Gabungan. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
A
A
A

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto diketahui marah besar saat mengetahui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Kepala Negara marah karena transparansi yang dinilai memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 persen dan sempat mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut pada Rabu dan Kamis, 28–29 Januari 2026.

Berikut fakta-fakta menarik terkait kemarahan Presiden Prabowo saat IHSG anjlok, Minggu (15/2/2026):

1. Prabowo Marah

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap Presiden Prabowo Subianto marah besar lantaran IHSG anjlok pekan lalu. Menurut Hashim, kemarahan itu dipicu oleh isu transparansi yang dinilai memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

"Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ungkap Hashim.

2. Transparansi Jadi Sorotan

Dia menyebut terdapat persoalan ketidaktransparanan yang membuat pasar dinilai tidak kredibel. Hashim mengungkap bahwa Morgan Stanley bahkan telah mengirimkan empat surat kepada pemerintah Indonesia terkait kondisi tersebut.

"Dan ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia," lanjutnya.

Hashim menegaskan persoalan utama dalam dinamika pasar modal adalah soal kepercayaan dan kredibilitas. Ia mengaku telah bertemu dengan delapan investor pada awal pekan ini yang menyampaikan harapan agar pemerintah menjaga integritas pasar.

"Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita," ujar Hashim.

3. Jaga Kehormatan Negara

Pemerintah, lanjut Hashim, berkomitmen menjaga kehormatan dan reputasi Indonesia di mata pelaku pasar global. Ia menekankan bahwa bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," sebut Hashim.

"Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan. Kehormatan negara kita dipertaruhkan," lanjutnya.

 

4. Awasi Langsung BEI

Presiden Prabowo mengawal ketat pergerakan pasar modal Indonesia menyusul pelemahan ekstrem IHSG pekan lalu. Hal ini disampaikan langsung oleh Hashim Djojohadikusumo.

"Saya tujukan ini kepada Anda (Jeffrey Hendrik dan Hasan Fawzi), pemerintah akan mengawasi dengan ketat. Dan saya serius," kata Hashim.

5. Respons BEI

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan komitmennya untuk segera mengeksekusi langkah-langkah strategis guna membenahi pasar modal Indonesia. Hal ini merupakan respons atas dukungan penuh pemerintah dalam menghadapi gejolak pasar akibat peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi kepemilikan saham.

Jeffrey menegaskan bahwa sinergi antara otoritas bursa dengan pemerintah menjadi modal utama bagi manajemen baru BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan perbaikan secara kilat.

"Kami tentu berterima kasih mendapatkan dukungan yang luar biasa dari pemerintah," ujar Jeffrey.

Jeffrey menambahkan bahwa perhatian pemerintah akan diterjemahkan ke dalam aksi nyata untuk menuntaskan poin-poin evaluasi yang diberikan oleh indeks global tersebut.

"Beliau memberikan support bagi kami yang baru menjabat untuk bisa melakukan hal-hal yang penting dan perlu dilakukan sesegera mungkin, dan itu akan kami lakukan," kata Jeffrey.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement