Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BGN Tegaskan Keracunan Massal di Purworejo Bukan Disebabkan MBG

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 18 Februari 2026 |11:34 WIB
BGN Tegaskan Keracunan Massal di Purworejo Bukan Disebabkan MBG
BGN Tegaskan Keracunan Massal di Purworejo Bukan Disebabkan MBG (Foto: BGN)
A
A
A

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan keracunan massal yang melibatkan puluhan warga di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah bukan disebabkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Regional SPPI Jawa Tengah Reza Mahendra mengatakan, informasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan SPPG BGN adalah tidak benar. Menurutnya, hasil penelusuran menyatakan peristiwa terjadi setelah warga mengonsumsi makanan dari katering mandiri.

“Kami telah melakukan penelusuran dan memastikan bahwa peristiwa ini tidak berasal dari SPPG milik BGN. Kegiatan tersebut merupakan acara kenduri masyarakat dengan konsumsi dari katering yang dipesan secara mandiri,” ujar Reza dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Kronologi Keracunan Massal

Dia menjelaskan, kejadian bermula dari acara kenduri atau selamatan Ruwahan yang digelar warga pada Minggu (15/2). Dalam acara tersebut, masyarakat mengonsumsi nasi kotak yang dipesan dari katering RM H. Dargo Purworejo.

Menu yang disajikan meliputi nasi putih, sambal goreng tempe, sambal goreng ampela ati, perkedel kentang, ayam goreng, dan telur puyuh. Sehari setelah acara, sejumlah warga dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing.

Sebagian warga sempat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat, sementara puluhan lainnya telah diperiksa dan dinyatakan membaik. Penanganan dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, termasuk melakukan pemantauan serta identifikasi awal terhadap dugaan sumber makanan.

 

BGN Dukung Proses Investigasi

Lebih lanjut Reza menyebut bahwa BGN mendukung penuh proses investigasi yang tengah dilakukan agar penyebab kejadian dapat dipastikan secara ilmiah dan transparan. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Klarifikasi ini penting untuk meluruskan pemberitaan yang beredar. Kami mendukung proses investigasi oleh Dinas Kesehatan agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah dan transparan,” tambahnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement