Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 25 Februari 2026 |16:16 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Dari sentimen domestik, Moody's Ratings (Moody's) telah memberikan peringkat Baa2 terhadap obligasi berdenominasi yuan offshore China dan euro yang diterbitkan pemerintah Indonesia dengan mekanisme shelf registration (obligasi berkelanjutan) senilai USD10 miliar.

"Secara fundamental, Moody’s masih menilai Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang memadai. Dukungan dari kekayaan sumber daya alam serta struktur demografi yang relatif menguntungkan menjadi bantalan pertumbuhan jangka menengah," kata Ibrahim.

Moody’s memperkirakan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia akan bertahan di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun ke depan, dengan defisit fiskal tetap berada di bawah ambang batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam kerangka makro konvensional, ini merupakan indikator stabilitas yang selama dua dekade terakhir menopang kepercayaan investor terhadap surat utang pemerintah Indonesia.

Namun, stabilitas tersebut saat ini tengah dibayangi oleh meningkatnya ketidakpastian dalam proses perumusan kebijakan. Moody’s secara eksplisit mencatat bahwa prediktabilitas dan koherensi kebijakan telah melemah dalam setahun terakhir, kemudian juga diperparah oleh komunikasi kebijakan yang kurang efektif. Kombinasi ini berkontribusi pada meningkatnya volatilitas di pasar ekuitas dan valuta asing.

Masalah mendasar terletak pada dilema klasik fiskal Indonesia, yaitu kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan melalui ekspansi belanja publik di tengah basis penerimaan negara yang sempit. Pemerintah diperkirakan akan semakin mengandalkan belanja fiskal untuk mendukung agenda pembangunan, termasuk program ketahanan pangan dan perumahan terjangkau.

Namun, terbatasnya kemampuan pemerintah dalam memperluas basis pajak malah meningkatkan risiko pelebaran defisit fiskal dalam jangka menengah, terutama jika ekspansi belanja tidak diimbangi oleh reformasi penerimaan yang signifikan. Moody’s memperkirakan rasio utang pemerintah akan tetap stabil di sekitar 40 persen terhadap PDB, atau masih di bawah median negara-negara dengan peringkat serupa.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp16.800 - Rp16.830 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement