Di tahun 2026, PHE menyiapkan sejumlah program untuk mengelola natural decline, meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional.
Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi, disertai kegiatan workover sebanyak 1.284 pekerjaan, survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi (km2) serta serta kegiatan well intervention well service (WIWS) mencapai 33.000 pekerjaan.
Strategi peningkatan produksi juga dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi EOR untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.
Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat eksplorasi sumber daya baru termasuk potensi minyak non konvensional (MNK) dan peluang kerja sama strategis melalui akuisisi.
PHE menjalankan Dual Growth Strategy, yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon melalui teknologi carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) serta berbagai program dekarbonisasi operasi.
Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih.
Dengan berbagai program strategis tersebut, PHE terus berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.