Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Cara Trading Leverage Crypto di Indonesia

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Sabtu, 14 Maret 2026 |21:24 WIB
5 Cara Trading Leverage Crypto di Indonesia
Ilustrasi trading crypto. (Foto: dok Freepik pvproduction)
A
A
A

Banyak trader pemula tergoda menggunakan leverage tinggi karena melihat potensi keuntungan yang besar. Namun penggunaan leverage yang terlalu tinggi justru dapat meningkatkan risiko kerugian secara drastis.

Trader yang baru memulai biasanya disarankan menggunakan leverage rendah seperti 2x hingga 5x. Dengan leverage kecil, trader dapat mempelajari pergerakan pasar tanpa menghadapi risiko likuidasi yang terlalu besar.

Selain itu, penggunaan leverage rendah juga membantu trader menjaga kestabilan portofolio dalam jangka panjang. Dengan demikian, trader dapat fokus mempelajari strategi analisis teknikal maupun fundamental sebelum meningkatkan leverage secara bertahap.

4. Gunakan Manajemen Risiko yang Ketat

Manajemen risiko merupakan kunci utama dalam trading leverage. Tanpa manajemen risiko yang baik, bahkan trader berpengalaman pun dapat mengalami kerugian besar.

Salah satu cara yang paling umum digunakan adalah memasang stop loss pada setiap posisi trading. Stop loss berfungsi untuk menutup posisi secara otomatis ketika harga mencapai batas kerugian tertentu. Selain itu, trader juga sebaiknya tidak menggunakan seluruh modal dalam satu posisi. Banyak trader profesional hanya menggunakan 1–5 persen dari total modal untuk setiap transaksi.

Dengan cara tersebut, trader dapat mengurangi risiko kerugian besar jika terjadi kesalahan analisis. Oleh karenanya, manajemen risiko menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam trading leverage.

5. Gunakan Analisis Pasar Sebelum Membuka Posisi

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan analisis pasar sebelum membuka posisi trading. Analisis membantu trader memahami arah pergerakan harga serta menentukan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari pasar.

Trader biasanya menggunakan dua jenis analisis utama, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal memanfaatkan grafik harga serta indikator seperti moving average, RSI, dan MACD untuk memprediksi tren pasar.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement