JAKARTA - Harga BBM nonsubsidi dikabarkan akan naik pada 1 April 2026. Kenaikan harga BBM ini imbas lonjakan harga minyak dunia yang menyentuh level USD115 per barel akibat perang AS-Iran.
Bahkan, kini beredar harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax naik Rp5.550 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp17.850 per liter pada 1 April 2026. Pertamina pun buka suara soal kabar kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta kabar harga BBM nonsubsidi akan naik pada 1 April 2026, Jakarta, Senin (31/3/2026).
Media sosial dihebohkan dengan kabar kenaikan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina non subsidi besok, Selasa (1/4/2026). Melansir dari data bercap confidential yang beredar, harga BBM jenis Pertamax naik Rp5.550 menjadi Rp17.850 per liter dari semula Rp12.300 per liter.
Kenaikan juga berlaku untuk Pertamax Green yang naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 per liter dari semula Rp12.900 per liter. Sementara itu Pertamax Turbo naik Rp6.350 menjadi Rp19.450 per liter dari Rp13.100 pee liter.
Selanjutnya Pertamina Dex naik Rp9.450 menjadi Rp23.950 per liter dari Rp14.500 per liter. Kemudian Dexlite naik Rp9.450 per liter menjadi Rp23.650 per liter dari Rp14.200 per liter.
Disebutkan bahwa kenaikan harga BBM Pertamina non subsidi tidak lepas dari melemahnya kurs Rupiah terhadap dolar AS sebesar 0,34 persen (Rp58/USD) dari Rp16.819/USD menjadi Rp16.877/USD.
Selain itu juga HIP Gasoline RON 92 naik 62,44 persen (46,15 USD/bbl dari 73,91 USD/bbl menjadi 120,06 USD/bbl, atau baik 62,99 persen (Rp4.925 per liter) dari Rp7.818 per liter menjadi Rp12.744 per liter.
Kemudian HIP Gasoil 250ppm naik 90,65 persen (79,08 USD/bbl) dari 87,23 USD/bbl menjadi 166,31 USD/bbl, atau naik 91,30 persen (Rp8.425 per liter) dari Rp9.228 per liter menjadi Rp17.653 per liter.
"Skema harga Gasoline dan Gasoil naik sejalan dengan tren HIP dalam upaya mendukung arahan Pemerintah untuk hemat energi akibat situasi perang US-Israel vs Iran yang menyebabkan harga minyak dunia naik ekstrem dan terjadi gangguan 20% pasokan minyak dunia di Selat Hormuz," tulis keterangan tersebut.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM nonsubsidi yang dikabarkan akan naik 1 April 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan bahwa informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar luas di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," katanya saat dikonfirmasi.
Dia menambahkan, masyarakat diminta memperoleh informasi harga BBM hanya melalui kanal resmi Pertamina. Menurut Baron, Pertamina juga mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak di tengah dinamika pasar energi global.
Sementara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara soal isu harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax naik pada 1 April 2026. Bahkan, menurut kabar, harga Pertamax naik Rp5.550 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp17.850 per liter.
Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme penentuan harga BBM telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022. Hal ini menanggapi kabar wacana kenaikan harga BBM non-subsidi sebesar 10% mulai 1 April 2026.
"Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil di sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto kunjungan kerja di Jepang, Senin (30/3/2026).
Bahlil menegaskan bahwa BBM industri, seperti bensin dengan RON 95 dan 98, memang diperuntukkan bagi masyarakat mampu dan mengikuti harga pasar tanpa intervensi pemerintah.
"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, 98 itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali," jelas Bahlil.
Sementara itu, Bahlil memastikan pemerintah tetap memprioritaskan kebijakan untuk harga BBM subsidi dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.
"Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik nanti tunggu tanggal mainnya ya," katanya.
Di sisi lain, Bahlil memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi masih tetap stabil di tengah lonjakan harga minyak dunia yang mencapai USD115 per barel. Harga BBM subsidi saat ini masih berada di level Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk solar subsidi (Biosolar).
"Harga sekarang (minyak mentah) sudah mencapai USD115. Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil," ujar Bahlil.
Namun demikian, Bahlil belum dapat memastikan apakah harga BBM subsidi akan mengalami kenaikan ke depan. Dia menegaskan bahwa keputusan akhir akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," kata Bahlil.
Dia menambahkan bahwa Presiden terus mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan negara dan kondisi masyarakat. "Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," kata Bahlil.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.