CEO PT DSST Mas Gemilang, Marlo Budiman, membeberkan kebutuhan konektivitas yang merata menjadi peluang utama bagi ekspansi bisnis digital perseroan.
“Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujarnya.
DSSA juga mengembangkan infrastruktur data center nasional sebagai bagian dari strategi digital, termasuk 24 edge data center di 23 kota. Selain itu, perseroan tengah membangun fasilitas data center Tier-IV berbasis AI di Jakarta yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II/2026.
Potensi pasar dinilai masih terbuka luas, mengingat sekitar 50 juta penduduk Indonesia belum mendapatkan akses internet optimal. Di sisi lain, nilai pasar telekomunikasi nasional diproyeksikan mencapai sekitar USD29 miliar.
Sementara itu, Direktur DSSA, David Audy, menyebut kombinasi antara energi dan infrastruktur digital menjadi fondasi penting dalam mendukung adopsi AI di Indonesia.
“Kami melihat peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi AI, yang ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata,” ujarnya.
Menurutnya, DSSA berada dalam posisi strategis karena memiliki eksposur langsung pada dua sektor kunci tersebut, baik sebagai penyedia infrastruktur maupun sebagai pihak yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.