Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investor Cermati Saham KRAS di Tengah Tekanan Pasar, Kenapa?

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 07 April 2026 |08:09 WIB
Investor Cermati Saham KRAS di Tengah Tekanan Pasar, Kenapa?
Investor Cermati Saham KRAS di Tengah Tekanan Pasar, Kenapa? (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pergerakan saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) di tengah tekanan pasar. Tercatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 37,35 poin atau 0,53 persen ke level 6.989,43 pada perdagangan Senin, 2 April 2026.

Namun, saat IHSG bergerak melemah dan mayoritas sektor industri bergerak turun, saham KRAS justru menguat. Menyikapi fenomena tersebut, analis pasar modal Riska Afriani mengatakan, investor memang akan memilih saham-saham yang dinilai menarik dan memiliki kinerja baik. 

”Kalau kondisi seperti ini, investor memilih saham yang menarik. Salah satunya KRAS,” kata Riska di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Riska sependapat, bahwa penguatan saham KRAS memang menarik. Mengingat, bahwa pelemahan IHSG pada hari tersebut bersifat luas dan dipengaruhi sentimen global. Bukan hanya ketidakpastian geopolitik, melesatnya harga crude oil, dan terus melemahnya mata uang Rupiah. Bahkan, menurut Riska, pelemahan IHSG juga ditandai dengan penurunan saham-saham LQ45. 

”Saya lihat memang lebih kompleks. Bahkan saham blue chip juga dijual, ini kan menimbulkan kekhawatiran signifikan. Jadi, panic selling terhadap investor," katanya.

Dia sependapat bahwa pergerakan KRAS menunjukkan dinamika yang berbeda. Apalagi, saham sektor industri juga mengalami penurunan 2,23% pada penutupan perdagangan minggu lalu. 

Riska setuju bahwa penguatan saham KRAS mencerminkan adanya minat beli yang lebih selektif dari investor, yang mulai melihat potensi jangka menengah hingga panjang dari proses transformasi yang tengah berlangsung di dalam perusahaan. 

Bahkan, kata Riska, dalam situasi pasar yang cenderung defensif, saham dengan karakteristik turnaround story seperti KRAS kerap menjadi alternatif bagi investor yang mencari peluang di luar pergerakan pasar secara umum.

”Kenaikan KRAS memang dipengaruhi faktor internal perusahaan, yang fundamental. Apalagi sekarang KRAS membaik, yang bisa dilihat dari laba 2025 yang naik signifikan. Dari rugi Rp2,8 triliun pada 2024 membalik menjadi untung Rp5,7 triliun pada 2026,” kata dia. 

 

Terlebih, lanjut Riska, laba tersebut diperoleh melalui kinerja operasional. ”KRAS juga melakukan transformasi dan restrukturasi. Sekarang sudah menjadi lebih sehat dan dari sisi efisiensi juga naik. Makanya, ini sebenarnya lebih pada faktor investor yang mulai percaya lagi terhadap saham KRAS,” jelasnya.

Termasuk di antaranya, strategi transformasi Krakatau Steel bertajuk KS Reborn. KS Reborn merupakan langkah visioner perusahaan untuk mengonversi dinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. ”Manajemen KRAS kan juga bilang ini momentum kebangkitan,” imbuh Riska.  

Dari sisi teknikal, Riska juga mengatakan, bahwa pergerakan KRAS yang tetap menguat di tengah tekanan pasar, mengindikasikan adanya fase akumulasi awal. Saham yang mampu bertahan dan bahkan menguat saat pasar melemah umumnya mencerminkan adanya keyakinan investor terhadap prospek perusahaan tersebut.

sebelumnya Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menyampaikan, bahwa perusahaan sukses membalikkan kinerja keuangan (financial turnaround) yang impresif pada tahun buku 2025. Hal tersebut, antara lain ditandai dengan raihan laba bersih sebesar USD 339,64 juta (setara Rp5,68 triliun). 

"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar.

Sementara, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Krakatau Steel Daniel Fitzgerald Liman menyebut, bahwa harga saham KRAS mengalami pergerakan menggembirakan. Bahkan, kinerja historis KRAS juga bergerak sebesar 164% selama setahun terakhir, dengan rentang harga 52 minggu antara 102 dan 436. ”Ketika pekan lalu IHSG melemah, kami tetap stabil pada harga Rp314,” ujarnya. 
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement