Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gara-Gara Perang, BI Sulit Turunkan Suku Bunga 4,75%

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |18:54 WIB
Gara-Gara Perang, BI Sulit Turunkan Suku Bunga 4,75%
Bank Indonesia Sulit Turunkan Suku Bunga 4,75%. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan peluang pemangkasan suku bunga acuan (BI Rate) semakin menipis akibat ketidakpastian global. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menjadi faktor utama yang mendorong bank sentral fokus pada penguatan stabilitas.

Sepanjang 2025, BI tercatat telah menurunkan BI Rate sebanyak tiga kali hingga mencapai level 4,75 persen sebagai langkah ekspansif untuk mendukung perekonomian.

“Mengenai suku bunga, BI Rate kami pertahankan di 4,75 persen. Namun ke depan, ruang penurunannya kemungkinan semakin tertutup, dan kami harus menyikapinya dengan menjaga stabilitas,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Perry menjelaskan bahwa ketegangan di Timur Tengah telah memicu kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Hal ini terjadi karena membengkaknya defisit fiskal AS yang dialokasikan untuk membiayai kebutuhan militer dan anggaran perang.

Kenaikan yield di pasar global secara otomatis memberikan tekanan besar pada pasar keuangan domestik dan nilai tukar Rupiah.

“Adanya perang di Timur Tengah menyebabkan harga minyak global dan yield meningkat. Hal ini dipicu oleh kenaikan defisit fiskal Amerika Serikat, termasuk untuk anggaran perang, dan akan berdampak ke Indonesia,” tegas Perry.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement