JAKARTA – PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam seluruh lini produksinya. Langkah ini diambil guna meningkatkan volume output konten sekaligus mencapai efisiensi biaya dan waktu yang signifikan dalam ekosistem kreatif perseroan.
Direktur Utama MSIN Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan bahwa perseroan melihat dua sudut pandang utama dalam memaksimalkan penggunaan AI, yakni sebagai pendukung proses produksi tradisional dan sebagai mesin utama penghasil konten baru (AI-generated content).
“Jadi, kami melihat ada dua angle di sini untuk memaksimalkan atau menggunakan AI, AI support untuk production kami dan ini sudah kami lakukan mulai dari end-to-end production-nya,” ujar Angela dalam public expose insidentil secara virtual, Kamis (16/4/2026).
Strategi pertama adalah penggunaan AI sebagai solusi pendukung pada setiap tahapan produksi film maupun konten digital. Angela merinci bahwa penerapan teknologi ini sudah menyentuh aspek kreatif paling dasar hingga tahap penyelesaian akhir.
“Pertama adalah menggunakan AI support di pre-pro sampai di post-pro. Dari men-develop script sampai kita editing, itu juga ada AI supported solution yang sudah kami terapkan,” jelasnya.
Dengan dukungan AI, perseroan mengklaim proses produksi menjadi jauh lebih efisien dari segi waktu. Hal ini memungkinkan MSIN untuk mencapai volume output yang lebih tinggi tanpa harus menambah sumber daya secara proporsional.
Strategi kedua yang lebih agresif adalah produksi konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI (end-to-end AI production). Saat ini, MSIN telah memiliki kapasitas dan kapabilitas teknis untuk menciptakan konten AI secara utuh.
Angela melihat potensi luar biasa dari sisi bisnis pada segmen ini karena struktur biayanya yang jauh lebih terkendali dibandingkan produksi konvensional.
“Betul-betul end-to-end AI production hasilnya adalah AI content. Ini sudah kita lakukan dan kami melihat ini adalah potensi juga luar biasa karena secara cost manageable dan in terms of potential revenue-nya juga quite significant,” tambahnya.
Inovasi teknologi ini menjadi salah satu pilar pendukung kinerja gemilang MSIN. Sepanjang tahun 2025, perseroan mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 140 persen mencapai Rp985 miliar.
Keberhasilan monetisasi dari berbagai platform digital, termasuk jangkauan 1,5 miliar views per bulan melalui jaringan MCN, telah mendorong pendapatan perseroan ke angka Rp3,8 triliun.
Dengan margin EBITDA yang naik 33 persen menjadi Rp1,038 triliun, penerapan teknologi AI diprediksi akan semakin memperkuat profitabilitas perseroan di masa depan seiring dengan rencana secondary listing di bursa internasional untuk memperluas basis investor global.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.