Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Bangun Pabrik Bioetanol Akhir 2026

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |17:11 WIB
RI Bangun Pabrik Bioetanol Akhir 2026
Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan dengan Toyota Motor Asia untuk mulai menggarap pabrik bioetanol di Provinsi Lampung paling lambat pada akhir 2026. 

Kerja sama ini digadang-gadang sebagai komitmen pemerintah menggenjot bauran energi terbarukan, sekaligus memaksimalkan sumber daya alam menjadi ceruk perekonomian. 

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menekankan dipilihnya Lampung sebagai pabrik bioetanol pertama karena stok bahan baku melimpah mulai dari sorgum, nabati, jagung hingga biomassa. Diperkirakan memakan waktu dua tahun pembangunan pabrik, produksi bioetanol awal dimulai pada 2028.

"Planningnya sekitar Q3-Q4 tahun ini, kami akan mulai construction untuk pembangunan plan etanolnya dan sambil berjalan juga ada plantation untuk sorgumnya. Untuk awal, kapasitas produksinya 60 ribu kiloliter setahun," ujar Todotua dalam jumpa pers di kantor BKPM, Senin (20/4/2026).

Pihak Toyota, dikatakan Todotua, tertarik melakukan produksi kendaraan yang dapat disi bahan bakar bioetanol asal Indonesia lantaran memiliki sumber daya pemasok bioetanol yang berkepanjangan. Seturut itu, pabrikan Toyota juga sudah mulai berinvestasi masif pada pengembangan energi terbarukan, termasuk Bioetanol.

Todotua mengatakan Pertamina New Renewable Energy yang bakal terlibat langsung kerja sama dengan Toyota. 

Melalui kerja sama ini, perusahaan pelat merah pula disiapkan mewujudkan mandatori pemerintah terkait campuran 10 persen bioetanol dalam BBM. 

"Etanol ini adalah salah satu energi bauran terbarukan yang kita rencanakan untuk develop. Pemerintah sudah menetapkan kita maksimal mandator di tahun 2028 untuk masuk kepada E10," ujarnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement