JAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), pembelajaran coding dinilai tetap memiliki peran krusial dalam membentuk pola pikir siswa. Hal ini disampaikan oleh Direktur Coding Bee Academy, Jeffrey Alvin Alimsyah.
Jeffrey mengungkap saat ini dampak AI sudah semakin nyata. Berbagai pekerjaan, mulai dari sektor perkantoran, keuangan, pemasaran, hingga industri kreatif, mengalami perubahan signifikan akibat otomatisasi yang mampu menyelesaikan tugas dalam waktu singkat.
Namun begitu, ia menolak anggapan bahwa kehadiran AI membuat pembelajaran coding menjadi tidak relevan. Menurutnya, coding bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan sarana untuk melatih cara berpikir.
"Siswa tidak belajar matematika untuk mengalahkan kalkulator, melainkan untuk mempelajari keterampilan pemecahan masalah. Sama halnya dengan coding, siswa mempelajari cara berpikir analitis, kritis, dan banyak keterampilan lain yang menyertai proses belajar tersebut," jelasnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, risiko terbesar justru muncul jika siswa hanya dilatih untuk menghafal dan mengikuti instruksi. Pola belajar seperti itu, menurutnya, akan membuat siswa kalah bersaing dengan mesin yang mampu bekerja lebih cepat dan efisien.
"Jika siswa kita hanya dilatih untuk mengikuti instruksi, menghafal, atau mengulang proses, maka mereka akan bersaing langsung dengan mesin dan program perangkat lunak yang dapat melakukan hal-hal tersebut jauh lebih cepat dan efisien," tutur Jeffrey.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Coding Bee Academy hadir dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan coding sebagai keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan pola pikir siswa agar lebih adaptif, kritis, dan mampu menciptakan nilai di era teknologi.
"Bukan sekadar mengajarkan coding sebagai keterampilan teknis, tetapi untuk secara mendasar mengubah cara siswa berpikir bagaimana mereka memecahkan masalah, bagaimana mereka beradaptasi, dan bagaimana mereka menciptakan nilai di dunia yang digerakkan oleh teknologi," sebutnya.
Jeffrey juga menekankan pentingnya tanggung jawab institusi pendidikan dalam menjaga kepercayaan orang tua. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar layanan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan serius.
“Ketika orang tua memercayakan anak-anak mereka kepada kami, mereka tidak sekadar membeli pendidikan, tetapi menitipkan kepercayaan kepada kami sebagai institusi,” tutupnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.