Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investasi Hilirisasi Indonesia Rp147 Triliun di Kuartal I-2026, Didominasi Investor Asing

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 23 April 2026 |11:48 WIB
Investasi Hilirisasi Indonesia Rp147 Triliun di Kuartal I-2026, Didominasi Investor Asing
Investasi Hilirisasi Indonesia Rp147 Triliun di Kuartal I-2026, Didominasi Investor Asing (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Proyek hilirisasi di Indonesia masih banyak diminati oleh investor asing dibanding investor domestik. Sepanjang kuartal I-2026, realisasi investasi hilirisasi yang dikontribusikan oleh investor asing tembus Rp94,4 triliun. 

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, total realisasi investasi antara penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang kuartal I-2026 mencapai Rp147,5 triliun. 

"Realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau 29,6 persen dari total realisasi investasi Triwulan I 2026, tumbuh 8,2 persen secara year-on-year," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Rosan mengatakan, kontribusi asing memang masih mendominasi capaian investasi untuk proyek-proyek hilirisasi. Kontribusi PMA tercatat Rp98,4 triliun atau setara 66,7 persen, sementara PMDN berkontribusi Rp49,1 triliun 33,3 persen. Secara geografis, 75,5 persen investasi hilirisasi berada di luar Jawa senilai Rp111,4 triliun.

Rosan menjelaskan, sektor mineral mendominasi capaian investasi dengan total Rp98,3 triliun, dipimpin oleh nikel Rp41,5 triliun, tembaga Rp20,7 triliun, dan besi baja Rp17,0 triliun. Sektor perkebunan dan kehutanan menyumbang Rp29,8 triliun, didominasi kelapa sawit. Sementara minyak dan gas bumi berkontribusi Rp17,7 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp1,7 triliun.

Adapun berdasarkan daerah atau lokasi investasi masih di dominasi di luar pulau Jawa. Secara rinci, provinsi Sulawesi Tengah menjadi lokasi hilirisasi terbesar dengan Rp24,1 triliun, disusul Maluku Utara, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.

"Untuk realisasi investasi di sektor hilirisasi, Singapura, Hongkong (RRT), dan Tiongkok mendominasi sebagai negara asal FDI di sektor hilirisasi," kata Rosan. 

 

Sekadar informasi, pada kuartal I tahun 2026 (Januari–Maret), Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sebesar Rp498,8 triliun, setara dengan 24,4 persen dari target tahunan 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Angka ini tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year) dari Rp465,2 triliun, dan naik tipis 41,5 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter) dari Rp496,9 triliun.

Singapura menjadi negara asal investasi asing terbesar dengan USD4,6 miliar, jauh melampaui negara lainnya. Di belakangnya terdapat Hongkong (RRT) dengan USD2,7 miliar, Republik Rakyat Tiongkok USD2,2 miliar, Amerika Serikat USD1,3 miliar, dan Jepang USD1,0 miliar.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement