Selain itu, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) dan skema perdagangan karbon juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
"Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional, industri penerbangan harus mampu beradaptasi dengan perubahan global sekaligus meningkatkan daya saing. Di sinilah pentingnya kolaborasi lintas sektor," katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pertumbuhan industri penerbangan juga harus diimbangi dengan dampak sosial yang positif. Peningkatan konektivitas diharapkan mampu membuka akses ekonomi di daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia optimistis, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi antar pemangku kepentingan, industri penerbangan Indonesia dapat menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi industri aviasi nasional agar lebih tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan," pungkas Denon.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.