JAKARTA - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai digunakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung operasional bisnis sehari-hari. Teknologi ini dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing di tengah percepatan transformasi digital.
Seiring berkembangnya digitalisasi, pelaku UMKM tidak lagi hanya mengandalkan marketplace, tetapi mulai memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan usaha, seperti pembuatan konten, pengelolaan keuangan, hingga analisis pasar.
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya Hartika, mengatakan, salah satu tantangan utama UMKM saat ini adalah keterbatasan akses terhadap teknologi yang dapat membantu pengambilan keputusan bisnis.
“Banyak UMKM sebenarnya tidak kekurangan semangat, tetapi kekurangan akses terhadap alat yang bisa membuat mereka bekerja lebih cepat dan mengambil keputusan lebih baik. Kami ingin memastikan teknologi seperti AI tidak hanya menjadi milik perusahaan besar, tetapi juga bisa digunakan oleh pelaku usaha mikro,” ujar Ari, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, pemanfaatan AI dapat membantu pelaku UMKM dalam berbagai aspek operasional, mulai dari pengelolaan keuangan, membaca tren pasar, hingga menyusun strategi pemasaran secara lebih efektif.