JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, kondisi penurunan muka tanah dan peningkatan muka air laut menjadi ancaman utama bagi wilayah pesisir Jawa.
Dia menjelaskan, setidaknya ada 12 kabupaten/kota yang pada tahun 2050 akan terendam oleh air laut akibat banjir rob. Wilayah yang paling punya dampak signifikan adalah Demak, Jakarta dan Semarang.
Melalui paparannya pada agenda Kick Off Meeting Perlindungan Pesisir Utara Jawa di Kementerian KKP, AHY melaporkan bahwa Kabupaten Demak diperkirakan akan terendam banjir rob setinggi 2 meter pada tahun 2050 apabila tidak ada penanganan mulai saat ini.
Kondisi itu juga turut dipercepat dengan fenomena penurunan muka tanah di Kabupaten Demak yang mencapai 20 cm meter per tahun ditambah peningkatan muka air laut hingga 1,2 cm per tahun.
"Terjadi penurunan permukaan tanah. Ini 1 hingga 20 cm setahun. Paling buruk terjadi di Jakarta dan juga Semarang, tapi di daerah-daerah lainnya juga terus terjadi land subsidence (penurunan muka tanah)," kata AHY dalam pidatonya.
Sedangkan di Semarang, pada tahun 2050 air laut akan membanjiri wilayah pesisir setinggi 83 cm apabila tidak ada penanganan serius. Penurunan muka tanah di wilayah ini mencapai 20 cm per tahun, yang akan mempercepat terjadinya banjir rob.
Kabupaten lain yang juga punya potensi serupa ialah Tuban, Jawa Timur. Tuban punya ancaman terendam air laut hingga setinggi 1,5 meter pada tahun 2050. Meskipun penurunan muka tanah di wilayah ini tergolong lebih kecil yaitu 2-5 cm per tahun, jika dibanding Kabupaten lainnya.
"Bisa dilihat proyeksi penggenangan air laut hingga 2050 jika tanpa intervensi, ini bisa buruk sekali. Termasuk (penurunan) permukaan tanah yang bisa dilihat, berbeda-beda tetapi kesimpulannya sama, bahwa ini harus dilakukan intervensi yang tepat sasaran," kata AHY.
Menurutnya, wilayah Pantura Jawa punya peran besar terhadap PDB secara nasional. Bahkan diperkirakan, sekitar 27 PDB nasional dikontribusikan dari wilayah tersebut. Hal ini melihat aktivitas industri dikawasan tersebut yang menciptakan lapangan pekerjaan.
"Potensi kerugian ekonomi 27 persen terhadap PDB nasional, ini signifikan. Jadi kalau kita memiliki proyeksi yang positif, maka kita harus menangani kondisi pantura Jawa ini dengan baik dan serius," pungkas AHY.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.