JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah untuk menerbitkan surat utang global dalam mata uang Renminbi (RMB) di pasar China Daratan, yang dikenal sebagai Panda Bond. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber pendanaan sekaligus strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah dinamika pasar global.
Purbaya menekankan bahwa perluasan instrumen pembiayaan ini bertujuan untuk menekan dominasi mata uang tertentu dalam portofolio utang negara.
“Tujuan penerbitan Panda Bond adalah agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pendanaan dalam bentuk dolar AS,” tegas Purbaya dalam Bincang Bareng Media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Salah satu keunggulan dari instrumen ini adalah tingkat imbal hasil (yield) yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan surat utang dalam mata uang dolar AS. Purbaya menyebutkan yield untuk Panda Bond berada di kisaran 2,3 persen hingga 2,5 persen.
Pemerintah juga telah menjalin koordinasi dengan lembaga keuangan besar di China, salah satunya adalah Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), untuk memuluskan proses penerbitan ini. Purbaya menilai investor di pasar China memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental ekonomi Indonesia tanpa hanya terpaku pada peringkat kredit semata.
“Kami sudah berdiskusi dengan ICBC dan mereka siap. Dengan yield sekitar 2,3 persen saja, permintaan sudah sangat besar,” ujarnya.
Mengenai jadwal peluncuran, Purbaya memproyeksikan instrumen ini akan dirilis pada bulan depan. Untuk mematangkan persiapan teknis dan menjaring basis investor yang lebih luas, jajaran Kementerian Keuangan dijadwalkan akan segera bertolak ke China.
“Bulan depan kemungkinan kami akan ke China untuk mempersiapkan penerbitan ini,” kata Purbaya.
Kehadiran Panda Bond akan memperkuat struktur pembiayaan global Indonesia, melengkapi instrumen Dimsum Bond yang sebelumnya telah diterbitkan di pasar Hong Kong.
Dengan diversifikasi ini, pemerintah optimistis dapat menjaga stabilitas pembiayaan negara meskipun terjadi gejolak ekonomi di pasar internasional.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.