Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Taruhan Besar Hilirisasi Batu Bara: Menuju Kedaulatan Energi

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 07 Mei 2026 |15:42 WIB
Taruhan Besar Hilirisasi Batu Bara: Menuju Kedaulatan Energi
Taruhan Besar Hilirisasi Batu Bara: Menuju Kedaulatan Energi (Foto: PTBA)
A
A
A

Batu Bara Jadi DME Gantikan LPG

Momentum tersebut semakin kuat setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek strategis nasional pada 29 April 2026, termasuk proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. 

Proyek ini menjadi simbol perubahan arah industri batu bara Indonesia: dari sekadar komoditas ekspor menuju fondasi ketahanan energi dan industri masa depan.

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menegaskan bahwa proyek DME merupakan bagian dari percepatan proyek strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi dan ekonomi Indonesia.

“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG,” ujarnya dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II, Kamis (29/4/2026).

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menambahkan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan bagian dari strategi besar untuk mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam.

“MIND ID akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh anggota grup dan mitra strategis agar proyek ini berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pengembangan industri, tetapi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjawab tantangan energi nasional.

“Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat kedaulatan energi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan,” jelasnya.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menyebut proyek DME tersebut ditargetkan rampung pada 2030 dengan kapasitas produksi mencapai 1,4 juta ton per tahun. Proyek ini dikembangkan bersama PT Pertamina (Persero) di bawah koordinasi Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID.

Proyek tersebut bakal digarap bersama mitra teknologi, tetapi belum dapat diungkap calon investor tersebut, sebab proses penjajakan masih berlangsung. Hilirisasi batu bara direncanakan menggunakan batu bara kalori rendah yang cadangannya cukup untuk mensuplai selama masa proyek.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Indonesia masih menghadapi ketergantungan besar terhadap impor LPG, terutama LPG 3 kilogram (kg) yang membebani neraca energi nasional. Kehadiran DME diharapkan mampu menjadi substitusi energi domestik yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Namun lebih dari sekadar proyek energi, hilirisasi batu bara kini menjadi strategi nasional untuk mengubah struktur ekonomi berbasis komoditas mentah menjadi industri bernilai tambah tinggi.

Hilirisasi Batu Bara

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement