Karena itu, OVO terus mendorong mahasiswa untuk mulai memahami konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi, di antaranya mengatur anggaran, mengontrol pengeluaran, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Burhan juga menyoroti pentingnya perencanaan dalam penggunaan e-wallet, termasuk kebiasaan top up yang sering dilakukan tanpa perhitungan.
“Lebih baik direncanakan. Misalnya top up untuk kebutuhan beberapa hari ke depan, jadi lebih terkontrol,” jelasnya.
Ia menilai literasi keuangan seperti ini justru sering tidak didapatkan di bangku kuliah, padahal dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sehari-hari. Program MoneyFestasi x Fintech Academy by OVO sendiri dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi mahasiswa untuk memahami penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Tak hanya soal kemudahan transaksi, sesi ini juga membahas pentingnya keamanan digital, seperti tidak membagikan OTP dan PIN kepada siapa pun, serta selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.
OVO berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna aktif fintech, tetapi juga memiliki kesadaran finansial yang kuat. Sebab, di era digital, kemampuan mengelola uang bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi juga keterampilan penting untuk masa depan
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.