Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Pekan Ini Diprediksi Tertekan ke 6.538-6.640 Imbas Rebalancing MSCI, Cek Rekomendasi Saham

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |07:01 WIB
IHSG Pekan Ini Diprediksi Tertekan ke 6.538-6.640 Imbas Rebalancing MSCI, Cek Rekomendasi Saham
IHSG Pekan Ini Diprediksi Tertekan ke 6.538-6.640 Imbas Rebalancing MSCI, Cek Rekomendasi Saham (Foto: Okezone)
A
A
A

Langkah para pengelola dana asing yang melakukan penyesuaian portofolio lebih awal sebelum tanggal efektif 29 Mei 2026 memicu aksi passive outflow yang agresif. 

Kondisi dalam negeri semakin terbebani oleh sentimen makro global yang kurang kondusif, terutama inflasi Amerika Serikat yang tetap tinggi sehingga menguatkan skenario suku bunga tinggi dalam waktu lama (higher for longer).

“Situasi ini membuat Dollar AS terus menguat dan menekan mata uang emerging markets, termasuk Rupiah yang sempat menyentuh level terlemah baru di Rp17.520 per dolar AS,” ungkap Imam.

Tekanan ini kian berlapis seiring lonjakan harga minyak mentah dunia di atas USD105 per barel akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan krisis keamanan di Selat Hormuz.

Meskipun indeks terkoreksi secara luas, IPOT mencatat adanya pergerakan sektoral yang selektif. Sektor energi mengalami pelemahan akibat faktor teknikal dari deletion saham DSSA dan BREN, bukan karena penurunan harga komoditas.

Sebaliknya, sektor transportasi bergerak melawan arah (outperformer) berkat lonjakan saham ELPI pasca-aksi korporasi divestasi anak usahanya ke grup Prajogo Pangestu.

“Pergerakan ini menunjukkan bahwa di tengah market-wide correction, pasar masih memberikan premium valuation terhadap emiten yang memiliki corporate action dan katalis spesifik yang jelas,” jelasnya.

Di pasar komoditas, harga minyak bumi dan batu bara tetap solid karena kekhawatiran pasokan dunia dan pengalihan konsumsi energi Asia dari LNG ke batu bara. Kabar domestik mengenai penundaan kenaikan royalti minerba oleh pemerintah turut menjadi angin segar yang menjaga margin profitabilitas emiten tambang tetap stabil.

Pada aspek aliran dana, catatan foreign sell senilai Rp3,21 triliun pekan lalu mayoritas hanya terkonsentrasi pada saham-saham perbankan besar dan emiten yang terdampak pengurangan indeks MSCI.

Sebaliknya, saham-saham berkarakter defensif dengan arus kas kuat seperti ADRO, TLKM, dan INKP justru tetap membukukan inflow asing, mengindikasikan berjalannya strategi flight to quality di kalangan investor global.

Berikut rekomendasi saham untuk pekan ini:

1. Buy BUMI (Entry: 214, Target Price (TP): 242, Stop Loss (SL): <200)
2. Buy MINA (Entry: 384, Target Price (TP): 384, Stop Loss (SL): <342)
3. Buy RMKE (Entry: 3300, Target Price (TP): 3650, Stop Loss (SL): <3110)
4. Buy Reksa Dana Saham ETF Consumer Indonesia (XIIC) (Entry: 806, Target Price (TP): 854, Stop Loss (SL): <783)
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement