Pada tahun 2024, Alunjiva Indonesia turut menjadi bagian dalam inisiatif tersebut sebagai mitra pemberdayaan. Alunjiva Indonesia mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran AI yang lebih inklusif, aksesibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Implementasi program dilakukan bersama komunitas lokal, organisasi penyandang disabilitas, institusi pendidikan, pemerintah daerah, serta jaringan fasilitator daerah yang berperan sebagai local champion dalam memperluas literasi AI di wilayahnya masing-masing.
Pendekatan inklusif dalam program ini juga diwujudkan melalui penyediaan materi pembelajaran yang lebih aksesibel, pelibatan fasilitator penyandang disabilitas, serta penguatan ruang belajar berbasis komunitas yang memungkinkan peserta saling belajar dan bertumbuh bersama. Dengan demikian, inklusivitas tidak hanya dipahami sebagai perluasan akses, tetapi juga sebagai upaya memastikan partisipasi yang bermakna dalam transformasi digital.
Founder Alunjiva Indonesia Nicky Clara menegaskan, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci penting dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang inklusif dan berkelanjutan. Ia percaya bahwa literasi AI perlu dibangun dengan pendekatan yang inklusif, mudah dipahami, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari hari.
"Kami ingin memastikan bahwa AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi masa depan, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan yang dapat membuka akses, meningkatkan kapasitas, dan menciptakan peluang baru bagi semua orang,” ucap dia.
Sejak pelaksanaan batch pertama hingga 30 Juni 2025, program ini telah memberdayakan sebanyak 211.377 learner di berbagai wilayah Indonesia. Sementara pada batch kedua hingga 30 April 2026, jumlah learner yang berhasil dijangkau mencapai 112.058 peserta, yang diantaranya adalah disabilitas 66.574 dan 45.484 perempuan dan pemuda.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.