Sementara itu, Prabowo berbicara mengenai ekonomi Pancasila. Prabowo menyatakan, perekonomian Indonesia sudah tercetak jelas, di mana harus disusun berdasarkan azas kekeluargaan.
“Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan, ekonomi kita, berdasarkan rancang bangun cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita," kata Prabowo dalam amanatnya.
"Oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan semua pendiri-pendiri bangsa kita, tertuang dengan sangat jelas dalam Pasal 33 UUD 1945, di mana sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama, berdasarkan azas kekeluargaan," sambungnya.
Prabowo mengatakan, koperasi harus diperkuat dan bangkit. Dia menyebut operasi sebagai salah satu alat untuk mengangkat rakyat Indonesia dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan.
“Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Saudara-saudara, karena itu, rakyat harus menjadi pelaku utama dari pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan," jelas Prabowo.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.