Kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak turut memicu spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni, meski pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini.
Data pada Selasa menunjukkan lowongan kerja di AS secara tak terduga meningkat pada April, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Investor kini menantikan sejumlah indikator ekonomi AS yang akan dirilis pada Rabu, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP, survei jasa ISM, dan data pesanan pabrik. Rilis data tersebut menjadi perhatian menjelang laporan nonfarm payrolls pada Jumat.
Dari sisi domestik, sentimen rupiah turut tertekan setelah inflasi Mei 2026 tercatat 0,28 persen secara bulanan (mtm), naik dari April 2026 yang sebesar 0,13 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) juga naik dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahunan, inflasi Indonesia tercatat 3,08 persen (yoy).
Sejumlah faktor dinilai memengaruhi inflasi Mei 2026, antara lain harga pangan (volatile food), harga energi, harga yang diatur pemerintah (administered prices), serta pelemahan nilai tukar rupiah.