JAKARTA- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 21,5 poin atau 0,36 persen ke level 5.919,56 pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Namun, berselang beberapa menit kemudian, IHSG anjlok lagi 1 persen ke level 5.874,70. IHSG menyetuh level terendah 5.849.
Sementara, indeks 45 saham unggulan atau LQ45 dibuka turun sekitar 0,24 persen atau 1,44 poin jadi 587,55.
Meski IHSG anjlok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis meyakini performa IHSG akan segera berbalik arah dan kembali menguat, mengingat fondasi fundamental perekonomian nasional saat ini dinilai masih berada dalam kondisi yang kokoh.
“Jangan takut, fundamental ekonomi bagus Jadi ini mungkin ada short, ketakutan (jangka pendek),” kata Purbaya saat ditemui usai rapat di DPR, Rabu (3/6/2026).
Purbaya membeberkan sejumlah indikator riil yang menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional saat ini. Salah satunya adalah realisasi penerimaan negara dari sektor perpajakan yang tumbuh secara agresif.
Di samping itu, aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan gaya hidup, seperti tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel serta sektor hiburan, terpantau masih sangat stabil.
“Daya beli masyarakat masih cukup kuat Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita Jadi nggak usah takut kita akan jeblok atau apa,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, dengan modal kestabilan struktur ekonomi tersebut, Menkeu bahkan memproyeksikan nilai tukar rupiah memiliki peluang besar untuk menguat signifikan hingga menyentuh level 10.000 per dolar AS di masa mendatang.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.