Ia menambahkan, integrasi layanan ini diharapkan dapat menyederhanakan proses yang harus dilalui calon pembeli rumah, mulai dari mencari hunian hingga mengajukan kredit.
"Yang kami bangun bukan hanya kerja sama pemasaran KPR. Kami ingin menciptakan journey pembiayaan rumah yang end-to-end dan seamless sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman sejak mencari properti hingga proses pengajuan kredit," jelas Nixon.
Menurutnya, pendekatan berbasis digital menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan generasi muda terhadap layanan yang cepat dan praktis.
"Generasi muda merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri perumahan. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses informasi dan pembiayaan yang lebih mudah sehingga impian memiliki rumah dapat terwujud lebih cepat," tutur Nixon.
Ia juga menilai kemudahan akses pembiayaan dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan sektor properti nasional di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
"Pada akhirnya, tujuan utama kami adalah menghadirkan solusi kepemilikan rumah yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Dengan kolaborasi yang tepat, kami optimistis akses pembiayaan perumahan akan semakin luas dan mampu mendorong pertumbuhan sektor properti nasional," ucap Nixon.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.