Meski demikian, DEN mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika global yang masih berlangsung, termasuk dampak konflik internasional yang berkepanjangan serta pelemahan nilai tukar rupiah. Faktor-faktor tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi yang pada akhirnya dapat memberi tekanan terhadap harga-harga domestik.
"Memang kita perlu waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global. Dampak perang ini tampaknya lebih besar dan berlangsung lebih lama dari perkiraan kita. Kemudian ada faktor pelemahan rupiah," tuturnya.
Selain membahas kondisi makroekonomi, DEN turut menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat posisi eksternal Indonesia, di antaranya melalui peningkatan remitansi pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan tinggi serta mendorong peningkatan jumlah wisatawan mancanegara guna menambah penerimaan devisa negara.
"Kalau kita bisa meningkatkan jumlah wisman lebih tinggi ke depan, tentu hal itu akan membantu meningkatkan devisa kita," tutur Firman.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.